Kamis, 05 November 2009

Penanaman Biakan

Untuk mendapatkan koloni bakteri sebagai sumber biakan murni, ada dua teknik yang dapat dipakai; pedia piringan gores (sterak plate method) dan metode piringan tuang (pour plate method).

Piringan tempat bahan yang mengandung bakteri sebaran terdiri atas zat makanan seperti kaldu sapi yang telah dipadatkan dengan menambahkan agar-agar berasal dari ganggang laut yang larut dalam air mendidih dan padat jika didinginkan, campuran agar dengan makanan dinamakan medium (wasley A volk, 1988)

Pada metode piringan gores (streak-plate method) medium agar steril dicairkan, didinginkan pada suhu 45oC, dituangkan kedalam cawan petri steril (cawan gelas dengan garis tengah 3 inchi) dan dibiarkan sampai menjadi padat, gemudian dengan kawat gelang penginokulasi (jarum oase) yang penuh dengan biakan campuran (misalnya spesimen ludah atau bahan lain), goresan dilakukan diatas permukaan agar. Ada beberapa metode penggoresan yang berbeda, namun kesemua metode bertujuan untuk meletakan sebagian besar organisme pada beberapa goresan pertama. Jika dilakukan secara sempurna, goresan akhir akan meninggalkkan bakteri individual cukup terpisah atau sama lain, sehingga setelah mengalami mengalami pertumbuhan, koloni yang berasal dari bakteri individual akan benar-benar terpisah satu sama lain. Kemudian, koloni tunggal dapat dipindahkan kedalam medium steril, dan akan tumbuhlah biakan murni.

Goresan sinambung

Sentuhkan lnokolumloop pada koloni dan gores secara kontinu sampai setengah permukaan agar. Jangar fijarkan loop, lalu putar cawan 180o lanjutkan goresan sampai habis. Goresan sinambung umumnya digunakan bukan untuk mendapatkan koloni tunggal melainkan untuk peremajaan ke cawan atau medium baru.

Goresan T

Bagi cawan menjadi tiga bagian menggunakan spidol marker, inokulasi daerah satu dengan streak zigzag. Panaskan jarum inokulum dan tunggu dingin. Kemudian lanjutkan streak zigzag di daerah 2 (streak pada gambar). Cawan diputar untuk memperoleh goresan yang sempurna. Lakukan hal yang sama pada daerah 3.

Goresan quadran (streak quadrant)

Hampir sama dengan goresan T. Namun berpola dengan garis yang berbeda yaitu dibagi empat, daerah satu merupakan goresan awal sehingga masih banyak mengandung sel mikroorganisme. Garis selanjutnya dipotongkan atau disilangkan dari goresan pertama sehingga julah semakin sedikit dan akhirnya terpisah-pisah menjadi koloni tunggal. (http://ekom.saurus.blogspot.com/2008/11/bab-4-isolasi-mikroorganisme.html).

Metode piringan tuang (pour-plate method) terdiri atas penginokulasian biakan campuran kedalam tabung uji yang mengandung agar mencari yang telah didinginkan pada suhu 45oC. Isinya diaduk untuk memencarkan bakteri keseluruh medium. Campuran itu kemudian dituangkan kedalam cawan petri kosong dan medium yang mencair ditungakan diatasnya. Cawan ini diputar untuk mencapur isinya sebelum medium menjadi padat. Pertumbuhan koloni terjadi baikdalam medium.tujuan pada kedua prosedur ialah untuk memisahkan sel-sel bakteri satu sama lain sehingga sel-sel itu akan tumbuh menjadi koloni yang terpisah dalam medium yang padat. Kemudian dapat diambil sel-sel disatu koloni untuk mendapatkan biakan murni. (wasley a. Volk, 1986).

Metode cawan tebar, setetes inokulum diletakan ditengah-tengah medium agar nutrien, dalam cawan petri, dan dengan menggunakan batang kaca bengkok yang steril, inokulum itu disebarkan dipermukaan medium. Batang yang sama dapat digunakan untuk menginokulasi pinggan kedua untuk menjamin penyebaran sel-selnya dengan baik. Pada beberapa pinggan akan muncul koloni-koloni yang terpisah-pisah. (Michael J. Pelczar, Jr. Dan E.C.S. Chan, 1988)

Teknik penanaman dari suspensi

Teknik penanaman ini merupakan lajutan dari pengenceran bertingkat. Pengambilan suspensi dapat diambil dari pengenceran mana saja tapi biasanya untuk tujuan isolasi (mendapatkan koloni tunggal) diambil beberapa tabung pengenceran terakhir.

Spread Plate (agar tabur ulas)

Spread plate adalah teknik menanam dengan menyebarkan suspensi bakteri di permukaan agar diperoleh kultur murni. Adapun prosedur kerja yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut : Ambil suspensi cairan senamyak 0,1 ml dengan pipet ukur kemudian teteskan diatas permukaan agar yang telah memadat. Batang L atau batang drugal diambil kemudian disemprot alkohol dan dibakar diatas bunsen beberapa saat, kemudian didinginkan dan ditunggu beberapa detik. Kemudian disebarkan dengan menggosokannya pada permukaan agar supaya tetesan suspensi merata, penyebaran akan lebih efektif bila cawan ikut diputar. Hal yang perlu diingat bahwa batang L yang terlalu panas dapat menyebabkan sel-sel mikroorganisme dapat mati karena panas. (http://ekmon-saurus.blogspot.com/2008/11/bab-4-isolasi-mikroorganisme.html).

Pembiakan atau reproduksi

Pada umumnya bakteri hanya mengenal satu macam pembiakan saja yaitu pembiakan secara aseksual atau vegetatif. Pembiakan ini berlangsung secara cepat. Jika faktor-faktor luar menguntungkan. Pelaksanaan pembiakan yaitu dengan pembelahan diri atau divisio. Pembelahan diri dapat dipake pada tiga fase yaitu:

a.       Fase pertama, dimana sitoplasma terbelah oleh sekat yang tumbuh tegak lurus, pada arah memanjang.

b.      Sekat tersebut diikuti oleh suatu dinding melintang. Dinding melintang ini tidak selalu merupakan penyekat yang sempurna, ditengah sering ketinggalan suatu lubang kecil, dimana protoplasma kedua sel baru masih tetap berhubung-hubungan. Hubungan protoplasma itu disebut plasmodesmida.

c.       Fase terakhir adalah terpisahnya kedua sel, ada bakteri yang segera terpisah, yaitu yang satu terlepas sama sekali daripada yang lain, setelah dinding melintang menyekat secara sempurna, bakteri yang semacam ini merupakan koloni yang merata, jika dipiara pada mesium padat. Sekalinya bakteri-bakteri yang dindingnya lebih kokoh itu tetap bergandeng-gandengan setelah pembelahan. Bakteri macam ini merupakan koloni yang kasar permukaannya. (dwidjoseputro, 1988).

Biakan pengukuran

Untuk meningkatkan peluang terisolasinya suatu organisme yang mempunyai beberapa ciri fisiologi atau biokimiawi yang unik, dapat dilakukan langkah berikut, goresan, sebar, atau tuang dengan menggunakan inokulum lewat serentetan pemindahan kedalam medium dengan komposisi (dan keadaan inkubasi) yang akan mengutamakan pertumbuhan mikroorganisme yang diinginkan prosedur penyuburan yang berhasil akan meningkatkan proposi organisme yang dikehendaki melebihi yang ada dalam inokulum mula-mula. (Michael J. Pelczar, Jr. Dan E.C.S. Chan, 1988)

 

 

Alat dan Bahan

Alat

Bahan

Jarum oase

Biakan bakteri

Bunsen

Alkohol

Labu enlenmeyer

Media biakan

Plastik

 

Koran

 

 

Cara kerja

Hasil

Siapkan laminar dengan mengsterilisasikan selama 15 menit dengan menggunakan sinar radiasi. Selanjutnya panaskan jarum oase dengan menggunakan api bunsen

Buka biakan bakteri sambil bilas bagian lubangnya dengan api bunsen

Ambil biakan bakteri dengan menggunakan jarum aose yang telah dipanaskan, dengan cara menempelkan pada atas biakan bakteri kemudian menggesernya ke arah luar

Buka media biakan yang akan di tanam bakteri dengan membilas oleh api pada bagian lubangnya

Masukan jarum oase yang berisi bakteri kedalam media biakan, tempelkan pada bagian ujung, lalu geser ke bagian luar dengan cara zigzag

Tutup kembali media biakan yang telah ditanami bakteri dengan sebelumnya membilas bagian lubangnya pada api bunsen

Panaskan kembali jarum oase pada api bunsen

Simpan jarum oase pada enlenmeyer yang berisi alkohol.

Tutup kembali media biakan yang telah ditanami bakteri dengan menggunakan plastik

Lalu bungkus dengan menggunakan koran dan ikat dengan karet dengan rapi

Masukan pada coolkas

 

Pembahasan

            Mula-mula yang harus dilakukan dalam penanaman media biakan adalah membuat piringan padat atau setengah padat, yang terdiri atas zat yang dapat dipakai sebagai makanan oleh bakteri. Penanaman bakteri ini dilakukan untuk mendapatkan koloni koloni sebagai sumber biakan murni, ada dua tek nik yang dapat dipakai yaitu media piringan gores dan metode piringan tuang. Biakan bakteri ini di dapatkan dengan cara memindahkan biakan bakteri yang sudah ada, pada mediakan yang masih kosong.

Langkah-langkah yang dilakukan untuk melakukan penanaman biakan ialah menyiapkan media biakan untuk tempat bakteri itu hidup, diantaranya dengan agar yang berisi nutrisi. Siapkanlah laminar sebagai tempat untuk melakukan penanaman biakan. Laminar ini harus diseterilkan sehingga terbebas dari organisme yang tidak diinginkan dengan cara mensterilkannya dengan menggunakan sinar radiasi selama ±15 menit, setelah alat dan bahan yang akan digunakan tersedia pada laminar tersebut langkah selanjutnya adalah memanaskan jarum oase dengan menggunakan api bunsen dimana jarum oase tersebut telah disimpan dalam alkohol sebelumnya, hal ini dilakukan untuk mematikan semua mikroorganisme yang terdapat pada jarum oase tersebut, panaskan jarum oase tersebut hingga berwarna merah yang menandakan jarum oase tersebut telah benar-benar panas.

Langkah selanjutnya yang dilakukan ialah membuka kapas tabung reaksi yang berisi media biakan dan memanaskan bagian lubang tabung tersebut dengan membilasnya diatas api bunsen, ditakutkan terdapat mikroorganisme yang tidak diinginkan yang akan mengkontaminasi pada media biakan yang disediakan.

Jarum oase yang tadi telah dipanaskan dimasukan pada tabung reaksi dengan cara menggoyang-goyangkan di dalam tabung reaksi tersebut, agar jarum oase tersebut cukup dingin, karena jika jarum oase tersebut dalam keadaan merah yang berarti panas maka akan mematikan biakan bakteri yang akan di tempelkan pada jarum tersebut, adapun langkah selanjutnya ialah menempelkan jarum oase pada biakan bakteri di bagian atasnya jangan sampai media agar dibawahnya ikut terbawa. Setelah biakan tersebut digunakan maka bilas kembali bagian lubang tabung reaksi tersebut dengan api bunsen dan tutup dengan menggunakan kapas

Selanjutnya bukalah kapas pada tabung reaksi yang berisi media biakan untuk tempat berkembangnya bakteri, hal ini dilakukan sambil membilas lubang tabung reaksi pada api bunsen yang mana diharapkan agar semua mikroorganisme yang menempel bada tabung reaksi tersebut mati. Langkah selanjutnya ialah menanam biakan bakteri dengan cara memasukan jarum oase yang berisi biakan bakteri pada bagian pangkal dari media biakan selnjutnya menepelkannya pada media agar dan menggesernya ke arah luar dengan arah zigzag. Metode ini bertujuan untuk meletakan sebagian besar organisme pada beberapa goresan pertama. Jika dilakukan secara sempurna, goresan akhir akan meninggalkkan bakteri individual cukup terpisah atau sama lain, sehingga setelah mengalami mengalami pertumbuhan, koloni yang berasal dari bakteri individual akan benar-benar terpisah satu sama lain. Kemudian, koloni tunggal dapat dipindahkan kedalam medium steril, dan akan tumbuhlah biakan murni.

Panaskanlah bagian lubang tabung reaksi yang baru ditanami biakan bakteri dengan menggunakan api bunsen hal ini bertujuan agar pertumbuhan bakteri yang kita harapkan tidak terkontaminasi oleh mikroorganisme yang lain. Sehingga pada saat pertumbuhan bakteri akan terlihat hanya bakteri yang kita tanam saja yang berkembang dalam media biakan tersebut dan tutup kembali dengan menggunakan kapas.

Panaskanlah jarum oase yang telah digunakan pada api bunsen hingga berwarna merah sehingga semua mikroorganismenya mati dan simpan kembali jarum oase tersebut pada tabung enlenmeyer yang berisi alkohol, setelah itu media biakan yang telah ditanami biakan bakteri tutup bagian lubang kapasnya tutup dengan menggunakan pelastik hal ini sekali lagi digunakan untuk mecegah kontaminasi mikroorganisme dari luar dan selanjutnya dibungkus dengan menggunakan koran dan ikat dengan menggunakan karet dengan rapih hal ini juga di gunakan untuk meminimalisir kontaminasi organisme lain dari luar.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar